Pengalaman Rendy Berlangganan Speedy di Cilegon

| 8 Comments | No TrackBacks

Sekilas muncul di Web Clip Gmail: Pasang Speedy — Rendy Maulana, saya tergerak untuk membaca isinya. Dugaan saya Rendy memasang Speedy di tempat kosnya di Bandung, sehingga pengalaman dia dapat dijadikan rujukan bagi penduduk Bandung seperti saya. Ternyata meleset: Rendy memasang Speedy di Cilegon — yang entah alasannya, disebut “malu-malu” sebagai pinggiran Provinsi Banten.

Saya masih penasaran dengan koneksi Internet kontinu untuk pemakaian pribadi di Bandung, terutama di kawasan utara. Kendati belum akan segera memasang — saya masih termasuk kategori jamaah “Internet = kantor” — “rasa penasaran” di atas hasil dari pemeriksaan ketersediaan beberapa PJI yang sayangnya belum mencakup daerah utara Bandung. Saya pernah menulis tentang Quasar dan promosi berisi perkembangan lebih lanjut belum saya temui. Demikian halnya akses Internet yang ditumpangkan di atas layanan televisi kabel, dengar-dengar baru di beberapa kompleks perumahan menengah. Untuk koneksi Internet bersama televisi kabel ini, faktor anak-anak masih menjadi pertimbangan: karena mereka lebih baik menghabiskan waktu bermainnya di halaman rumah, alih-alih mencangkung di depan televisi. Melsa, PJI di Jalan Ir. H. Juanda (“Jalan Dago”) juga belum sampai “menjulurkan” kabelnya ke atas; keberatan lain terhadap PJI satu ini adalah harga untuk pemakaian personal yang relatif masih mahal.

Rendy juga menyebut bahwa Speedy sudah lama dipromosikan di pameran-pameran di Bandung, sedangkan menurut Kuncoro Wastuwibowo rencana tersebut baru diluncurkan tanggal 1 April lalu. Memang saya lihat beberapa poster iklan Speedy bertebaran di sekitar Gramedia Jalan Merdeka sekira mulai bulan ini.

Dengan biaya yang disebut Rendy, koneksi Internet untuk dipakai bersama — di satu rumah kos misalnya — sudah lebih terjangkau. Ini mengingatkan saya pada sebuah iklan tempat kos untuk mahasiswi di Jalan Kanayakan (salah satu cabang Jalan Ir. H. Juanda) yang sudah menawarkan koneksi Internet lewat WiFi. Jika akses Internet sudah menjadi keperluan yang positif, mengapa tidak?

Omong-omong tentang Speedy, kisah Godot Praesta dengan tagihan yang melejit di luar perkiraan agaknya masih membekas di kepala beberapa orang, terutama yang berkecimpung di lingkungan TI. Pertanyaan yang sering diajukan jika saya sebut “Speedy” adalah, Billing-nya sudah betul? Tidak mengherankan: jika dilihat lewat Technorati hari ini, kata kunci “telkom speedy” sebagian masih berisi komplain terhadap Speedy.

Sambil menunggu cerita Rendy dengan tagihannya (mudah-mudahan lancar), bagaimana menurut bagian pemasaran Speedy?

No TrackBacks

TrackBack URL: http://mt4.atijembar.net/mt-tb.cgi/422

8 Comments

om amal, saya melihat speedy dipamerkan di pameran komputer tahun lalu.

threadnya bisa dilihat disini

http://www.rendymaulana.com/archives/2005/07/24/pameran-komputer/

Satuju, saya juga pengen cepet-cepet speedy dateng ke Bandung. Quasar emang nyampe ke rumah saya, tapi harus pake parabolic yang harganya lebih mahal!

mas amal, ada kenalan saya yg katanya ikut dalam peluncuran produk broadband cable, termasuk tv dan internet di bandung, yg katanya merupakan kerja sama dengan LAPI ITB?

mkn bisa dikonfirmasi ke LAPI kalo memang akan ada produk ini :)

Jogja kayaknya belum ada greget Speedy. Apa mungkin gara2 di jogja ‘bikin ISP’ jadi hobby? Speedy jadi malas masuk jogja… Entah, entahlah…

Enda : Barangkali maksudnya PT Lapi ITB ? PT Lapi ITB sekarang sedang membuat sebuah ISP broadband. CEO-nya Pak Aldo. Kantornya ada di belakang MBA ITB. Sekarang udah langganan 4 e1 (8 mbps) ke IIX.

speedy tuh bgs seh akses nya cepet bgt. tp sering banyak gangguannya.. apalagi setelah NOC telkom kena petir (5 maret 2006) sampe saat ini speedy tiap hari mengalami gangguan.. sedangkan kita diharuskan membayar abonemen tanpa ada potongan krn gangguan. tp klo kita kelebihan quota, kena denda.. fair dongss

memang speedy hebat…………. cpt bgt tapi sayang belum semua bisa menikmati kacian deh luh…. and usul ke telkom ya ..gimana kalo annual fee/month nya Rp. 100.000 aja untuk yang di rumah

Apaan, Speedy cepat, Lemut kaya cacing di lumpur, enakan pake. KLo siang aja drop enggak bisa buka sama sekali.

Tagihannya Gila hampir Rp. 3.000.000/bula

About this Entry

This page contains a single entry by Ikhlasul Amal published on April 12, 2006 11:39 PM.

Ardian Menang Lagi di "Google Code Jam" was the previous entry in this blog.

Mempertanyakan Kredibilitas atau Persoalan terhadap Personal? is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261