August 2005 Archives

Belanja Koneksi Internet untuk Warnet

| 17 Comments | No TrackBacks

Setelah percakapan “setengah menyindir” di mailing list Technomedia tentang ongkos yang telah dikeluarkan empat ribuan Warnet di Indonesia untuk lisensi Microsoft Windows — yakni sekitar 5-10 milyar Rupiah — Basuki Suhardiman menukas bahwa angka tersebut “kecil” dibanding ongkos yang dikeluarkan Warnet untuk membayar koneksi Internet.

Berikut kutipan dari hitung-hitungan yang disodorkan Basuki,

"Efek Slashdot" ala Indonesia

| 9 Comments | 1 TrackBack

Kejadian yang dialami Priyadi’s Place sudah menjadi efek Slashdot ala Indonesia?

Efek Slashdot adalah sebuah contoh sebuah situs Web yang lebih populer dapat menyebabkan persoalan pada situs Web kurang populer akibat kedatangan pengunjung yang bertubi-tubi. Hal ini berasal dari salah satu taut di situs Web populer tersebut yang mendorong pengunjung mereka untuk mendatangi situs Web yang diacu dan biasanya berskala lebih kecil.

Kedatangan pengunjung dalam jumlah besar dan pada periode yang sangat singkat menyebabkan peladen Web (Web server) kewalahan dan kemudian lumpuh (down). Di antara situs blog pun efek ini sudah terasa dalam skala kecil. Sebuah blog yang lebih populer jika memasang taut ke blog lain yang sebelumnya “sepi-sepi saja” dapat menyebabkan lonjakan kedatangan pengunjung di tempat sepi tersebut.

Google Talk lewat Gaim

| 3 Comments | No TrackBacks

Apa yang menarik dari Google Talk?

Karena klien untuk Linux dan Mac belum tersedia dan seperti halnya untuk Yahoo! Messenger dan MSN Messenger, saya kumpulkan keduanya di Gaim. Pilihan ini yang sudah dijelaskan di halaman Web Google Talk. Pemasangan konfigurasi mudah dilakukan demikian juga, menambahkan beberapa teman yang saya tahu alamat email di Google berjalan lancar. Bagi saya, inilah untuk pertama kali menggunakan protokol Jabber untuk saling berkirim pesan lewat Internet. Berapa jumlah teman yang dapat dipasang di lingkungan Jabber? Apakah “terbatas” seperti halnya di Yahoo! Messenger?

Salah seorang teman yang menggunakan Microsoft Windows dan memasang aplikasi yang disediakan Google Talk menyebut biasa saja, “hanya berwarna biru”. Tampaknya belum tersedia avatar seperti halnya Imvironment di Yahoo! Messenger. Yang terasa kurang nyaman bagi saya: emotikon yang tersedia untuk Jabber di Gaim kualitasnya kalah bagus dibanding Yahoo! Messenger atau MSN Messenger.

Baru kemarin sore saya terima laporan teman lain yang menyebutkan kualitas suara di Google Talk lebih jernih dibanding Yahoo! Messenger. Dia tinggal di Belanda dan tidak disebutkan lokasi lawan bicara lewat Google Talk tersebut.

Identitas saya untuk Google Talk mengikut alamat email di Gmail yang aktif saya pakai: ikhlasulamal@gmail.com. Sila tambahkan jika diperlukan, namun perlu diingat bahwa saya tidak melayani percakapan lewat suara (voice chatting). Selain tidak tertarik dan belum ada peralatan, sependek yang saya tahu Gaim belum mengakomodasi media non-teks untuk percakapan.

Tim Detikinet di Friendster

| 3 Comments | No TrackBacks

Donny B.U. menyebar daftar akun Friendster beberapa koleganya di Detikinet lewat beberapa mailing list publik. Kabarnya senarai tersebut dikumpulkan dengan mencari sendiri di Friendster. Selain itu dijelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan rencana Detikinet untuk lebih terbuka lewat tulisan yang berisi aktivitas mereka. Apalagi kalau bukan blog?

Agaknya baru Donny yang sudah lebih membuka diri tentang dapur Detikinet. Pada saat muncul pertanyaan tentang tulisan TI di Detik tatkala terjadi saling deface di beberapa situs Web di Indonesia dan Malaysia, Donny juga yang menceritakan kebijakan pemuatan liputan dan ilustrasi statistik pengunjung.

Dengan boks khusus untuk blog di Detikinet, apakah mereka mulai melirik blog? Yang saya tahu: sikap Donny sendiri terhadap aktivitas blog yang dicetuskan di beberapa mailing list cenderung akomodatif.

Untuk Detikinet: selamat menikmati layanan global Friendster, mailing list pembaca di Yahoo Groups, dan ulasan blog yang ditulis di Blogspot. Layanan Internet yang gratis bisa berkualitas juga, kan?

Alternatif Penyediaan "Mirror" oleh PJI

| 1 Comment | No TrackBacks

Setelah meyakinkan beberapa teman di kantor tentang kelebihan manajemen paket perangkat lunak di Debian GNU/Linux — dengan apt yang sohor, dselect bagi penikmat antarmuka berbasis menu, dan aptitude untuk versi antarmuka yang lebih akhir — persoalan yang muncul adalah cara menghemat pemakaian koneksi jaringan ke luar agar tidak perlu setiap pemakai Debian mengambil paket yang diperlukan dari Internet. “Persoalan” ini dapat dilihat dari sudut positif sebagai “tantangan”, mengingat pemakai Ubuntu juga bertambah setelah kedatangan distribusi yang dikirim sudah dalam media CD. Kendati apt-get di Debian dapat diset agar lewat proxy Web yang digunakan untuk keperluan umum pengaksesan situs Web, saya masih meragukan efektivitasnya mengingat sifatnya yang umum; dan, kedua, proxy tersebut berada di luar. Kenapa tidak disediakan sebuah komputer di dalam (intranet) yang berfungsi khusus untuk proxy mekanisme apt ini?

Pada awalnya kami mempertimbangkan sebuah penyedia-salinan, atau yang dikenal dengan mirror, untuk keperluan lokal atau kami sendiri. Setelah berdiskusi dengan Andika Triwidada, kesimpulan yang saya peroleh: perlu sumber daya besar, terutama lebar pita koneksi Internet, untuk menyediakan layanan seperti itu. Tidak mungkin disediakan dengan koneksi Internet di kantor kami. Selain itu kemungkinan besar akan tidak efisien: sangat sedikit dari paket Debian yang berjumlah ribuan itu yang digunakan. Pola pemilihan paket tidak terlalu berbeda banyak di antara pengguna Debian di sekeliling saya. Akhirnya diusulkan agar dipasang apt-proxy.

Instalasi dan konfigurasi yang diperlukan relatif mudah. Malah di dalam contoh berkas konfigurasi sudah disertakan setting untuk Ubuntu. Aha! Berarti sekaligus dapat dipakai untuk bahan propaganda kepada pemakai turunan Debian tersebut.

Persiapan Menghadapi Musibah

| 8 Comments | 1 TrackBack

Berita duka tentang Natasha Anya, penulis blog yang meninggal dunia pada tanggal 16 Agustus yang lalu, mengingatkan saya kembali pada persiapan bagi kita, pengelana dan “pemilik aset” di dunia maya agar bersiap-siap juga menghadapi situasi “pergi tak kembali” tersebut. Banyak alat bantu yang memudahkan pembangunan dan pengembangan projek pribadi di dunia maya — misalnya dalam bentuk situs pribadi, inisiatif untuk komunitas yang masih dikendalikan secara perorangan, puluhan akun untuk layanan di dunia maya — dan umumnya dipegang oleh seorang pemain tunggal. Sebagian dari kita berangkat ke dunia maya memang dengan inisiatif “tidak ingin terlalu diketahui identitasnya”, sehingga kemungkinan besar bertambah lengkaplah “kesendirian” tersebut.

Bagaimana apabila musibah datang dan tidak ada satu orang pun yang tahu sepak-terjang kita di Internet? Beberapa akun email, akun di banyak forum, tempat penyimpanan situs Web gratisan, koleksi blog yang berserakan, kumpulan album foto, perpanjangan domain dan materi di dalamnya, dan kemungkinan masih banyak lagi. Dunia maya Internet, bagi sebagian besar orang — setidaknya bagi anda yang sudah terlibat dengan trend-tidak-sesaat bernama blog pribadi — sudah sedemikian “hiruk pikuk” dengan banyak urusan yang tidak kalah banyaknya dengan dunia nyata sehari-hari.

"Flash Disk" Palsu Buatan Cina

| 15 Comments | No TrackBacks

Di awal bulan ini salah seorang teman menyampaikan kabar dari kunjungan salah satu keluarganya di Cina akan adanya media penyimpanan dalam bentuk flash disk USB berukuran 4 GB. Dengan harga sekitar 100 Yuan per keping, kabar tersebut menjadi “kegemparan” tersendiri di kantor saya dan beberapa teman dekat. Tercetus gurauan di sekitar kami yang intinya “mempertanyakan” penawaran tadi. Benarkah barang tersebut memang sebuah media penyimpanan USB jika diingat kapasitasnya yang terlalu fantastis (4 GB!) dengan harga sedemikian rendah?

Jangan-jangan gantungan kunci berbentuk USB?, demikian salah satu teman berseloroh; namun secara umum kami berharap.

Sampai akhirnya kemarin pagi pesanan kami datang di kantor. Dibungkus plastik kokoh lengkap dengan penampilan desain kemasan yang meyakinkan, kami heboh dengan produk murah ini. Termasuk sedikit kecurigaan saya akan kualitas kait gantungan yang seperti terbuat dari kawat lentur — ujungnya sedikit melengkung saat tersangkut sisi kemasan plastik — tidak terlalu dihiraukan.

Pemberitahuan Judith MS tentang Arsip "Mailing List"

| No TrackBacks

Tanggal 12 Agustus yang lalu, Judith MS sempat menuliskan pemberitahuan lewat komentar di Pertanyaan tentang Omset Warnet perihal arsip mailing list Asosiasi Warung Internet Indonesia sebagai berikut,

sorry ttg ditutupnya arsip milis, ndak tersirat bisa menyusahkan bagi yang ingin riset. terimakasih atas masukannya.

saat ini sudah kami buka kembali

Karena sedang terjadi perbaikan di “bagian dapur” #direktif dan komentar di atas terlewat dipindahkan ke basisdata yang baru, oleh karena itu salinan notifikasi lewat email yang masuk ke arsip email saya ditampilkan di atas.

Walaupun arsip mailing list Asosiasi Warung Internet Indonesia tersedia di Mail Archives, keputusan membuka kembali arsip di Yahoo! Groups akan memudahkan akses ke taut yang telah saya gunakan pada beberapa tulisan tentang penertiban Warnet beberapa bulan lalu. Lebih jauh lagi hal ini merupakan contoh keputusan yang penting: membuka arsip diskusi mailing list untuk publik.

Terima kasih, Mbak Judith!

Arsip "Mailing List"

| 2 Comments | No TrackBacks

Sampai hari ini saya belum memiliki senarai berisi sepuluh keuntungan menyediakan arsip mailing list untuk publik seperti yang diusulkan Enda Nasution. Satu yang paling penting bagi penulis blog adalah rujukan terhadap sebuah topik. Dengan menyatakan arsip diskusi terbuka untuk publik, cara apapun yang akan digunakan untuk menuliskan sebuah kutipan, misalnya dengan menyediakan taut ke sumber atau menyalin sebagian dari materi untuk dibahas, akan lebih mudah. Pembicaraan topik pun kemungkinan besar berkembang lewat blog.

Demikian juga halnya dengan diskusi yang diselenggarakan lewat papan buletin (bulletin boards) akan lebih menguntungkan apabila arsipnya disediakan untuk publik. Dalam kondisi materi di Web masih sedikit jumlahnya di Indonesia, berbagi dengan publik lebih diperlukan dibanding hanya di kalangan anggota sebuah forum. Sekaligus cara ini dapat dimanfaatkan oleh calon anggota baru, yaitu pengunjung yang belum mendaftar sebagai anggota, untuk mendapatkan gambaran awal tentang kultur di forum tersebut atau yang dikenal dengan istilah lurk,

To view the interaction in a chat room or online forum without participating by typing in any comments.

— Sumber: Answers.com

Giling Spam!

| 3 Comments | No TrackBacks

Grrr… spam harus digiling, demikian status Yahoo! Messenger yang saya tulis hari Kamis, 27 Juli, lalu.

Ya, pada hari itu spam menghajar Wiki Direktif dalam jumlah berlimpah, dikirim dari alamat IP 69.50.184.214. Setelah saya telateni mengembalikan beberapa halaman ke versi sebelumnya (revert), akhirnya saya putuskan untuk “menembak” langsung basisdata yang digunakan Tavi, alat bantu Wiki yang digunakan untuk Wiki Direktif.

Tangkapan layar 'Recent Changes' Wiki Direktif

Terlebih dahulu saya buat cadangan (backup) basisdata dan terlihatlah teks “kurang ajar” yang berserakan di puluhan halaman Wiki dan tersimpan di salah satu tabel,

About this Archive

This page is an archive of entries from August 2005 listed from newest to oldest.

July 2005 is the previous archive.

September 2005 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261