February 2007 Archives

Si "Ekor Panjang"

| 3 Comments | No TrackBacks

Mengikuti acara para senior menjamu tamu dari JPCERT/CC hari Senin lalu, sore hari di belakang pemandangan malam dari The Valley, daerah Dago Atas Bandung, saya mengikuti paparan Budi Rahardjo tentang konsep baru dalam berbisnis yang dikenal dengan istilah Long Tail. Dugaan saya: sudah banyak di antara Anda yang membaca konsep ini baik dari buku atau situs Web longtail.com — Chris Anderson si penulis buku sudah membaca edisi terjemahan dalam Bahasa Indonesia.


Gambar disalin dari Wikipedia, entri Long Tail.

Saya bukan pelaku bisnis secara total dan lebih banyak berjalan sebagai anggota tim pendukung. Kendati demikian, gagasan Si Ekor Panjang (apa terjemahan istilah ini di buku edisi Bahasa Indonesia?) termasuk yang saya anggap impresif dalam kaitan usaha rintisan dan kapasitas teknologi yang kita hadapi saat ini. Alih-alih berkutat dengan partai besar sebuah produk, konsep Ekor Panjang ini mengumpulkan “remah-remah”, menyajikannya untuk ratusan konsumen yang beragam, dan menjadikan kebanyakan dari kita (the rest of us) tetap bermakna.

Ongkos Pemakaian Telkom Speedy

| 19 Comments | No TrackBacks

Kemarin saya melakukan pembayaran pertama untuk langganan Telkom Speedy dan sedikit tidak menyangka dengan ongkos yang harus saya keluarkan. Betul, saya terlambat bayar tagihan — mudah-mudahan ini hanya kasus pertama di awal, ehm…

Denda sudah saya perhitungkan: petugas menyebut Rp 5.000,00 sampai akhir bulan. Sepertinya mengikuti aturan pembayaran telepon: jumlah yang masih masuk akal jika saya terpaksa harus menempatkan pembayaran Speedy pada bagian yang terlambat.

Yang tidak terduga adalah ongkos pemakaian bulan Januari lalu: “hanya” sebesar Rp 100-an ribu dari dugaan saya sebesar Rp 150.000,00 pada tiga bulan pertama masa promosi. Apakah karena saya memakai kurang dari sebulan pada bulan pertama tersebut? Saya mulai berlangganan hampir pada pertengahan bulan. Hal tersebut sempat saya tanyakan kepada dua tempat pendaftaran Speedy dan memang ada dua jawaban: pertama, dihitung berdasarkan persentase hari aktif (jadi bukan tagihan sebulan penuh); dan kedua, dihitung penuh. Waktu itu saya condong pada jawaban kedua, karena dimulai pada tanggal berapa pun, jatah saya selama bulan Januari adalah 1 GB.

Menumbuhkan Kemampuan TI atau "Praktik Ijon"?

| 3 Comments | No TrackBacks

Kira-kira bagaimana kelanjutan sikap industri di negara Barat setelah Traian Basescu, presiden Rumania, dengan blak-blakan di depan Bill Gates menyatakan bahwa pembajakan perangkat lunak mendorong generasi muda di sana dalam hal kecakapan teknologi?

Staf ZDNet UK memberi tamsil gamblang dengan petualangan bajak laut abad XVI dan diberi catatan: seandainya saja sepuluh tahun lalu Rumania memilih solusi perangkat lunak bebas atau membuat sendiri, hari ini mereka tidak akan menjadi “hasil ijon” Microsoft — sebuah tempat yang ranum berisi pakar Windows. Bill Gates sendiri terdiam mendapat sambutan Basescu, kendati menurut saya persoalan terbesarnya bukan semata-mata “karena bebas membajak, Windows dan alat bantunya jadi mudah dipelajari.”

jQuery

| 7 Comments | No TrackBacks

Teman-teman pemrogram Web di kantor mulai menggunakan alat bantu baru: jQuery. Satu bundel pustaka berbasis JavaScript berukuran 3,3  MB berisi kelengkapan yang akan memanjakan mata pengunjung dari sisi elemen visual. Ukuran sebesar itu sudah lengkap dengan aneka plugin dan hanya bagian yang diperlukan yang akan dimuat oleh perambah.

Ide menarik dari jQuery adalah “ketegasannya” dalam memisahkan data dan urusan tampilan di sebuah situs. Seperti halnya kebangkitan JavaScript di ranah Web 2.0 lain, setiap elemen di halaman Web sekarang diberi “otonomi daerah” untuk mengelola atributnya dan melakukan transaksi koneksi sendiri ke server Web. Di depan mata pengunjung Web hal ini berarti “kedip-kedip” elemen visual mengikuti data yang mengalir atau even yang dibangkitkan tetikus misalnya.

APCERT di Langkawi

| 3 Comments | No TrackBacks

Pada tanggal 7—10 Februari lalu saya menghadiri acara yang diselenggarakan Asia Pacific Computer Emeregency Response Teams (APCERT) General Meeting, yang juga disingkat sebagai AGM, di Langkawi, Malaysia. Undangan acara ini untuk ID-CERT dan pada periode lalu biasanya diwakili oleh Budi Rahardjo atau Andika Triwidada. Saya sendiri baru diajak “memahami” ID-CERT (disebut “memahami” karena kontribusi saya masih nol) pada semester tahun lalu.

Kartu peserta APCERT 2007

Panitia APCERT menyediakan pendanaan (fellowship) untuk partisipasi ID-CERT. Microsoft termasuk salah satu donatur kali ini. Dari empat hari total di Malaysia, sebenarnya pertemuan formal berlangsung dua hari. Kendati demikian, pada malam hari pertama dan terakhir saya mengikuti dua pertemuan informal yang juga penting. Atas dasar komitmen saya untuk mendahulukan laporan resmi untuk ID-CERT, tulisan ini baru diangkat hingga sepuluh hari seusai perhelatan.

Pada beberapa perbincangan dengan peserta konferensi, selain status resmi saya sebagai perwakilan ID-CERT, terkadang saya juga menjelaskan kepada lawan bicara bahwa pekerjaan lain saya adalah menulis blog tentang teknologi informasi untuk pemakai akhir di rumah dan organisasi kecil. Berselang-seling dengan topik CERT, di bawah ini dipaparkan sejumlah hal penting yang bersinggungan dengan tema #direktif.

tktq yang Diminati

| 9 Comments | No TrackBacks

Setelah Rahmadian L Arbianita menulis tktq.net di blog internal kantor kami — diikuti oleh teriakan agar mencoba juga, sih — dan cerita dia tentang forum dan pembahasan di Id-Gmail, terpikir oleh saya ajakan agar lebih banyak lagi layanan dari situs dalam negeri. Saya belum memeriksa tempat hosting tktq, hanya melihat bahasa yang digunakan bahasa Indonesia terasa ada prospek. Penyebarannya pesat: seorang teman di kantor menyebut URL situs tersebut untuk temannya di Warnet, konon di sana sudah dibahas sampai level tujuh. Itu hari Kamis lalu.

Menurut Eko Juniarto, soal yang diberikan memang perlu diselesaikan dengan berpikir lateral. Jadi, beberapa skor plus di depan.

Skor Negatif untuk "Proxy" Melsa

| 2 Comments | No TrackBacks

Halo Melsa,
komentar yang saya tulis di blog sendiri sudah dua kali masuk bilik Junk. Skor positif yang saya miliki — karena pada komentar sebelumnya disetujui untuk ditampilkan — kalah oleh skor negatif akibat proxy2.melsa.net.id dicekal di bsb.spamlookup.net.

Karena Melsa memasang proxy pencegat (intercepting proxy), alhasil saya terkena getah pencekalan di SpamLookup. Pekan lalu saya berusaha mencari entri proxy Melsa di situs SpamLookup, namun belum berhasil.

Penyimpanan "Online": Praktis atau Aman?

| 7 Comments | No TrackBacks

Senarai penyimpan berkas online Andry S Huzain membuat Yahoo! Briefcase yang saya gunakan terlihat usang, ketinggalan zaman. Entah alasannya, Yahoo! selalu baru tergerak untuk bangkit jika sudah disaingi oleh Google; mereka seperti abai terhadap manuver pihak lain, apalagi pendatang baru. Bayangkan saja: setelah saya gunakan semenjak 2001, kapasitas penyimpanan Briefcase masih bertahan pada angka 30 MB. Di zaman bah — bah air dan informasi — seperti hari ini, pemakai lama dapat cemas melihat bar pemakaian sudah hampir menyentuh ujung dan pemakai baru tidak menyadari bahwa Yahoo! si raksasa menyediakan fasilitas penyimpanan berkas semenjak zaman baheula.

Padahal salah satu alasan saya (ini bersifat mengikuti kelaziman, common sense menurut Andry) memilih layanan penyimpan “harta karun” di ranah maya adalah pemain besar. Pragmatis saja: lebih aman dari mendadak kolaps dan biasanya prosedur standar antisipasi kegagalan sistem (termasuk manajemen) lebih baik. Alasan tersebut yang saya kemukakan terhadap komentar Budi Rahardjo perihal koleksi di Flickr. Ah, cadangan 989 MB dari 3708 foto dalam bentuk apa adanya belum dibuatkan juga di cakram optik.

Persiapan Menghadapi Bencana

| 3 Comments | 1 TrackBack

Menghadapi bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini, apakah sudah waktunya memikirkan cara menghadapi kondisi tersebut untuk infrastruktur TI organisasi kecil?

Saya pikir jawaban yang muncul di benak kita dalam bentuk keinginan adalah, “Ya” dan membenarkan. Panduan administrasi dalam menghadapi bencana yang disediakan Red Hat Enterprise Linux misalnya, menyebut persiapan sebelum terjadi bencana, saat terjadi, dan pengembalian pada kondisi normal. Termasuk tiga kategori situs cadangan: pemindahan perangkat ke ruang baru yang representatif (cold), pemindahan operasi ke situs baru yang memiliki kondisi sama (warm), dan pengalihan seketika ke situs cadangan (hot).

Flickr: 3000 Kontak dan 75 Tag

| 11 Comments | No TrackBacks

Hari terakhir bulan Januari kemarin dilewati dengan sedikit kegaduhan atas keputusan Flickr menerapkan pembatasan. Dalam edarannya yang menggunakan ungkapan Make Flickr Better™, Flickr akan membatasi jumlah kontak per akun sebesar 3.000 dan jumlah tag di setiap gambar 75 buah. Keputusan kedua: dualisme akun Flickr lama dan gabungan dengan identitas Yahoo! (setelah mereka diakuisisi Yahoo!) akan dihentikan pada tanggal 15 Maret nanti.

Alasan yang mendasari keputusan pertama adalah performansi sistem; sedangkan keputusan kedua kelihatannya lebih sebagai buah “integrasi” dengan Yahoo!.

About this Archive

This page is an archive of entries from February 2007 listed from newest to oldest.

January 2007 is the previous archive.

March 2007 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261