Recently in Pemrograman Category

Flickr::Upload untuk Pemasangan Foto ke Flickr

| No TrackBacks

Jika ada cara untuk mengunggah foto di Flickr dengan “menitipkan” di server, sepertinya menarik:

  • Senarai foto yang akan diunggah ke Flickr dapat dipersiapkan dengan cara tertentu, lebih fleksibel dibanding melakukannya secara visual lewat antarmuka web.
  • Pengunggahan dilakukan lewat konsol, dijalankan sebagai proses “latarbelakang” (background process). Cocok untuk mendukung pemasangan foto dalam jumlah banyak di Flickr.

Dengan keragaman dan kekayaan CPAN seharusnya akses ke Flickr tersedia di lumbung. Flickr::Upload jawaban untuk itu. Setelah pustaka tersebut terpasang, langkah berikutnya adalah meminta kode akses dari Flickr.

Keteguhan Darmawan Hingga Ninjutsu

| 5 Comments | No TrackBacks

Jika Linus Torvald penasaran dengan sistem operasi di komputer seri 386 miliknya dan kemudian dihasilkan GNU/Linux, Darmawan Salihun memulai petualangan di dunia BIOS dengan bekal meretas komputernya agar lebih cepat. Ini cerita kawan muda yang dengan keteguhan hatinya memilih “jalan sunyi” di dunia pemrograman yang sangat spesifik, perlu memahami trik perangkat keras dan ketekunan membuka lembar-lembar data (datasheets) BIOS dari vendor — sebagian memang sengaja dirahasiakan.

Darmawan kemarin sore diundang sebagai pembicara di pertemuan rutin bulanan Bandung High Tech Valley (BHTV) untuk Februari 2008. Selain acara menjadi reuni mini dia dengan teman-teman seangkatannya di Elektro ITB, kami semua, hadirin, terkesima dengan keputusannya bergelut di pemrograman BIOS. Bukan cerita ringkas “cepat kaya ala BIOS” dan tidak ada iming-iming aplikasi ini akan mengantar dia bekerja di manca negara misalnya, melainkan justru lima tahun berkutat dengan bahasa rakitan (assembly) untuk BIOS — dua tahun pertama ia habiskan untuk obsesinya menjadikan komputer miliknya lebih cepat dengan setelan yang tepat.

Bahasa Pemrograman: Pilihan yang Sentimental

| 15 Comments | No TrackBacks

Memilih bahasa pemrograman dapat menjadi sulit — setidaknya demikian pengakuan Julius Sirait; memilih bingkai kerja (framework) sedikit lebih lunak jika dilakukan dalam sebuah komunitas bahasa pemrograman — Django atau TurboGears? Memilih alat bantu blog? Ah, para penulis blog saja ikut-ikutan dalam kontes pilih-memilih.

Yang paling berat dan bercucuran peluh jika sudah terjadi pengiriman silang (cross-posting), karena sangat mungkin terjadi kultur sebuah bahasa pemrograman dan komunitasnya tidak mudah diterima begitu saja di tempat lain. Seperti terjadi pekan lalu di id-python, id-perl, dan id-ruby. Karena memang dimotivasi (ini penghargaan saya untuk “pancingan”) oleh Steven Haryanto yang sudah sampai pada makam “meloncat-loncat antarbahasa”, Hasanuddin Tamir menjulukinya sebagai “si mahir banyak bahasa”. Pengakuan Hasan tentang kecintaan yang sulit dijelaskan terhadap Perl seperti pengakuan Julius, dan tetap menyisakan sebuah romantisme yang mengharukan.

Wiki "Weling" Sekarang Menggunakan python.or.id

| 1 Comment | No TrackBacks

Hasil diskusi di milis id-python tentang “menghidupkan kembali” python.or.id akhirnya mengarahkan nama domain tersebut ke wiki Weling yang selama ini saya sediakan sebagai bagian dari #direktif. Steven Haryanto, pemegang nama domain, telah mengubah rekaman NS ke tempat hosting yang saya gunakan dan isi weling.direktif.web.id sudah dipindah ke subdirektori baru. Aturan redireksi halaman Web, kode 301, dipasang pula.

Pada awalnya saya berpendapat Weling sebagai wiki diletakkan sebagai subdomain situs Web Python Indonesia, namun agaknya belum terlihat kandidat pengelola halaman utama dan kemungkikan malah menambah kerepotan baru. Seperti pernah saya jelaskan pada saat membicarakan komunitas bahasa pemrograman Delphi, keadaan di lingkungan Python Indonesia lebih tenang karena jumlah anggota yang lebih sedikit. Oleh karena itu, diskusi tentang perubahan ini cukup saya lakukan dengan beberapa orang yang selama ini terlihat aktif.

jQuery

| 7 Comments | No TrackBacks

Teman-teman pemrogram Web di kantor mulai menggunakan alat bantu baru: jQuery. Satu bundel pustaka berbasis JavaScript berukuran 3,3  MB berisi kelengkapan yang akan memanjakan mata pengunjung dari sisi elemen visual. Ukuran sebesar itu sudah lengkap dengan aneka plugin dan hanya bagian yang diperlukan yang akan dimuat oleh perambah.

Ide menarik dari jQuery adalah “ketegasannya” dalam memisahkan data dan urusan tampilan di sebuah situs. Seperti halnya kebangkitan JavaScript di ranah Web 2.0 lain, setiap elemen di halaman Web sekarang diberi “otonomi daerah” untuk mengelola atributnya dan melakukan transaksi koneksi sendiri ke server Web. Di depan mata pengunjung Web hal ini berarti “kedip-kedip” elemen visual mengikuti data yang mengalir atau even yang dibangkitkan tetikus misalnya.

Google Webmaster dan Analytics

| 5 Comments | No TrackBacks

Google adalah sahabat Tuan Web atau webmaster.

Pada awal kompetisi ketat di antara mesin pencari, Google sudah sangat memudahkan pengelola web mengirimkan URL untuk didatangi rayap (crawler) Google. Sebagian mesin pencari lain mengandalkan layanan berbayar hanya untuk setor URL, sehingga proses pengenalan situs Web ke mesin pencari terkadang dijadikan satu paket dengan layanan tempat hosting.

Perolehan URL situs baru kian membaik dan menurut saya untuk saat ini pengelola situs Web tidak perlu mengirim URL situs baru mereka ke mesin pencari. Tautan dari halaman lain ke tempat baru tersebut boleh dikata tak akan lama mengundang bot Google untuk datang menjenguk. Alat bantu blog juga melakukan sejumlah notifikasi (lewat ping entri baru) ke layanan yang berkait dengan blog dan ini sudah cukup untuk mengajak aneka bot lain.

Dengan kata lain: urusan setor URL sudah beres dan sangat mudah!

BREW

| 7 Comments | No TrackBacks

Kelihatannya saya tertinggal kereta dan kurang teliti lagi pada saat kami, tim Blog Fun Day, makan malan dan mengobrol dalam spektrum sangat lebar di Dakken Coffee & Steak, Jalan Riau, Bandung. Budi Putra yang berorientasi Jepang berbalas pandangan dengan Deni Wahyudi yang sedang menikmati program S-2 di Elektro ITB, hasilnya: BREW. Setelah FORTRAN dan BASIC, inilah bahasa pemrograman dengan nama ditulis menggunakan huruf kapital untuk kependekan Binary Runtime Environment for Wireless. Sayang, telepon genggam saya belum dapat digunakan untuk akses GPRS (gagal terus di bagian setting), sehingga percakapan keduanya tentang BREW saya rekam saja dengan pasif.

Di hari kerja berikutnya baru saya cari informasi tentang BREW lebih rinci di Wikipedia bahasa Inggris dan melakukan sejumlah obrolan dengan teman-teman pengembang di kantor. Promosi Budi Putra bahwa BREW adalah kompetitor Java dan sangat potensial “menghentikan langkah Java” di lingkungan piranti genggam (handheld device) sudah cukup untuk membangkitkan rasa penasaran dan sempat terpikir dengan demikian Java lebih baik bertengger di aplikasi enterprise.

Java Berlisensi Bebas dan "Open Source"

| 4 Comments | No TrackBacks

Perhelatan meriah sedang berlangsung di situs Web Sun Microsystem: ditingkahi Duke, si maskot, yang elok terlihat meliuk-liuk ke kanan dan kiri, Java dilepas dengan lisensi bebas. Sun sampai perlu menulis kedua frase secara lengkap, Free and Open Source Java. Baik para kelompok pembebas perangkat lunak, maupun kalangan bisnis yang lebih takzim dengan “kode sumber terbuka” (open source) dapat menyambut kedatangan bahasa pemrograman yang dari awal sudah ingar-bingar ini.

Mohammad DAMT, sembari meneruskan ulir diskusi tentang masa depan Java berhadapan dengan Mono/.NET, mengingatkan bahwa perubahan lisensi tersebut dilakukan dini hari tadi. Selain berkompetisi dengan lingkungan pengembangan lain, sebelumnya telah berlangsung perdebatan yang cukup hangat tentang keuntungan atau kerugian Java jika akan diubah menjadi berlisensi bebas. Tinjauan yang digunakan berlaku umum: selain mereka yang optimis dengan gaya pengembangan terbuka seperti yang sudah ditunjukkan oleh kesuksesan banyak perangkat lunak bebas berkualitas tinggi, sebagian yang lain (biasaya lebih sedikit) khawatir bahwa perubahan tersebut menjadi “tak terkendali” atau malah mandek sama sekali karena hilangnya rasa memiliki. Perdebatan seperti ini juga pernah merebak pada isu lisensi bebas untuk Borland Delphi.

Wiki: Forum Khalayak dan juga Kalangan Sendiri

| 8 Comments | No TrackBacks

Bulan Agustus lalu, pada saat saya mengurangi kegiatan menulis blog, rehat tersebut antara lain tetap saya gunakan untuk menulis di media lain, yaitu wiki. Supaya tidak salah, mohon dimengerti bahwa wiki tidak otomatis berarti Wikipedia dan tidak selalu disediakan di atas alat bantu MediaWiki. Bukan apa-apa, saya pernah membaca simpulan yang terlalu jauh bahwa, “wiki adalah ensiklopedia”. Wah, perlu diantar ke wiki Id-Gmail si pencetus simpulan tadi.

Kebetulan saat itu ada selentingan di mailing list id-python bahwa Weling, wiki untuk bahasa pemrograman Python, masih minim artikel. Tampung dari sisi positif: berarti tetap ada pemrogram yang dipandu ke wiki Python tersebut oleh mesin pencari. Saya coba melengkapi, kendati tidak selalu mudah memang. Artikel saya pilih tentang dasar-dasar pemrograman Python yang baru dimulai di sana dan setelah “diuji di dapur Femina laptop”, tulisan dipoles dan dipasang. Saya hanya sempat menyediakan dua entri baru, tentang pencabangan dan pengulangan. Modifikasi lain minor sahaja.

Universal Feed Parser

| 13 Comments | No TrackBacks

Inilah dia Universal Feed Parser, pustaka pemrograman yang ditulis Mark Pilgrim dalam bahasa pemrograman Python. Barang lama, namun justru sekarang sudah dibundel dalam paket di Debian Unstable misalnya.

Manfaatnya? Coba lihat berikut ini.

Planet Planet adalah salah satu perangkat lunak pengagregat yang menggunakan Universal Feed Parser — tidak perlu dibantah popularitasnya. Dengan modal penguasaan Python, waktu sore yang senggang, dan sedikit trik umum, berikut kreasi menarik sebagai hasta karya,

About this Archive

This page is an archive of recent entries in the Pemrograman category.

Lapak dan Etalase is the previous category.

Pengalaman is the next category.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261