March 2010 Archives

Gresnews: Pengumpul Berita dengan Pendekatan Semantik

| 4 Comments | No TrackBacks

Layanan pengumpul berita dengan pendekatan semantik telah diluncurkan dengan wajah baru oleh pembuatnya, Ismail Fahmi, yaitu Gresnews. Kabar beredar lewat Facebook dan Twitter dan dikomentari salah satunya: apakah perubahan nama domain dari Bubunews ke Gresnews menghindari risiko persinggungan nama domain di tangan pengacara? Ismail hanya tersenyum seperti mengiyakan. Saya tidak mengikuti perkembangan Bubunews sebelumnya, sehingga tidak dapat membandingkan edisi Gres dengan pendahulunya.

Pengumpul berita (atau secara umum, tulisan) dengan pendekatan semantik berarti secara otomatis mengaitkan banyak sumber berdasarkan hal-hal yang dianggap bagian dari semantik teks. Pengertian semantik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

1 ilmu tt makna kata dan kalimat; pengetahuan mengenai seluk-beluk dan pergeseran arti kata; 2 bagian struktur bahasa yg berhubungan dng makna ungkapan atau struktur makna suatu wicara;

Perbaiki Penulisan Informasi "Mailing List"

| No TrackBacks

Di Indonesia mailing list (selanjutnya disebut milis) sudah digunakan sejak tahun 1995, 15 tahun lalu, dan E-Group — yang kemudian diakuisisi Yahoo! menjadi Yahoo! Groups — menjadi situs marak di tahun 1998. Sejak itu, mailing list kian populer dan lebih mudah diadministrasi lewat antarmuka berbasis Web. Kendati demikian, hingga hari ini masih saja terbaca salah kaprah penulisan informasi tentang milis.

Bedakan alamat email dengan alamat situs Web

Beberapa kali saya jumpai informasi seperti berikut,

Kunjungi kami di contoh@yahoogroups.com.

Yahoo! Groups memang memiliki antarmuka Web, namun penulisan di atas untuk alamat email, yang berarti untuk berkorespondensi, bukan dikunjungi layaknya URI situs Web.

Instant Client dari Oracle

| No TrackBacks

Pengembang aplikasi desktop kami lebih suka menggunakan basisdata Firebird dan memilih jenis embedded untuk aplikasi selama proses pembangunan. Aplikasi yang ditulis di atas Borland Delphi tersebut nantinya akan berjalan menggunakan basisdata Oracle. Tugas saya mengganti koneksi dari Firebird ke Oracle dan aplikasi sudah mengantisipasi perubahan tersebut dengan meletakkan setelan koneksi ke basisdata di berkas konfigurasi.

Berikut catatan pengalaman saya melakukan perubahan koneksi basisdata tersebut.

Pada mulanya, saya tengarai perubahan tersebut cukup dengan memindahkan dua berkas pengendali Oracle yang diperlukan, dbxora.dll dan oci.dll, ke subdirektori di bawah aplikasi. Sebagaimana yang disediakan untuk Firebird. Ternyata kurang, dan kami memaklumi sebagai, “Beginilah perlakuan untuk kelas enterprise…”

Korupsi yang Memprihatinkan

| No TrackBacks

Di akhir tahun lalu kantor kami kedatangan tim survei yang dilakukan oleh teman-teman di Bandung High Tech Valley (BHTV). Kuesioner yang diajukan berasal dari salah satu instansi pemerintah daerah (saya lupa, Pemkot Bandung atau Pemda Jawa Barat). Pertanyaan terakhir tentang harapan pelaku bisnis terhadap iklim usaha, di Bandung secara khusus sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. Bos di kantor — ya, ini UKM, bos sendiri yang menjawab survei — merespon sudah bosan dengan korupsi.

Barangkali ini jawaban klise, namun saya tetap berharap dengan sangat bahwa tidak perlu menjadi pahlawan untuk lantang menolak korupsi, melainkan sepatutnya menjadi keniscayaan sehari-hari. Terutama bagi kami, para pelaku usaha kecil (jika Anda merasa tergerak, langsung ubah menjadi kita!). Korupsi sering menjengkelkan: sudah harus akrobat menyiasati hidup, masih juga dicekik di sana dan di sini dengan pat-gulipat angka. Bahkan pengalaman saya sendiri, secara pribadi, sering sebal dengan tipu-tipu recehan seperti permainan tanda tangan, daftar hadir, dan sejenisnya. Kesannya sepele dan semacam “menipu untuk kebaikan” (white lies), namun mana ada seperti itu? Lebih mengerikan lagi, jika kita menyepelekan suatu bentuk kemungkaran, dampaknya akan menjadi akut dan sudah berbatas sangat tipis dengan kejahatan yang lebih besar lagi.

Bukan, bukan saya sok suci, sudah imun dari hal buruk seperti korupsi. Justru sebaliknya, karena merasakan betapa mengerikan tinggal di negara yang seperti tidak peduli lagi dengan kebusukan lewat korupsi, seringkali masa depan terasa gelap. Seolah-olah kita menganggukkan setuju untuk semua kompromi terhadap keadaan di luar dan kemudian mencari berbagai pembenaran.

Jejaring Sosial dan Blog-Mikro

| 3 Comments | 1 TrackBack

Walaupun media sosial, yaitu media web yang digunakan untuk bersosialiasi dengan pengguna lain, terlihat mirip satu dengan yang lain, fasilitas utama yang disediakan oleh media tersebut membedakan dalam dua kelompok, jejaring sosial atau blog-mikro. Batasan dua kelompok ini relatif longgar dan untuk beberapa orang dianggap tidak penting dibanding ikut saja.

Jejaring sosial lebih mengutamakan fasilitas pertemanan dan mendorong penggunanya untuk bertemu dengan teman yang diharapkan. Facebook sebagai misal, meletakkan pertemanan sebagai sendi utama mobilitas layanannya. Mulai dari menampilkan teman yang sama dari dua pengguna, mencarikan teman yang cocok berdasarkan preferensi, menyarankan teman baru, hingga menyediakan aneka cara agar pengguna tetap saling menegur. Fasilitas tambahan seperti status yang mengalir, album foto, koleksi tautan, hingga grup, semua dikerahkan agar pengguna Facebook bersosialisasi dengan pengguna lain. Sebelumnya Friendster melakukan hal serupa. Jika Facebook berupa portal besar dan hampir “segala ada”, Koprol mengambil satu bagian: menghubungkan antarpengguna lewat lokasi.

Kesulitan Pengalihluaran

| 2 Comments | No TrackBacks

Catatan Budi Rahardjo tentang kesulitan pengalihluaran (outsourcing) sempat dituliskan untuk milis Bandung High Tech Valley. Berikut salinannya:

  1. pihak pengalihluar ingin ada personil di tempat mereka secara fisik. Hal ini akan menyebabkan ongkos yang sangat mahal secara operasional, sehingga harga akhir akan lebih mahal dibanding dikerjakan sendiri.
  2. pihak pengalihluar tidak memahmi kemauan mereka sendiri. Proses pengerjaan proyek menjadi lebih susah karena target bergerak terus. Oleh Pak Budi hal ini dimasukkan sebagai masalah manajemen proyek.
  3. kesulitan mencari sumber daya manusia yang andal. Penulis kode mungkin relatif lebih mudah dicari, yang lebih susah manajer proyek yang andal (dengan harga yang terjangkau). Demikian pula analis lebih susah diperoleh.
  4. persoalan di arus kas (cash flow), dalam hal ini pembayaran sering terlambat, sehingga menyulitkan perusahaan perangkat lunak lokal yang masih kecil tersebut.
  5. kaidah siklus pengembangan (Systems Development Life Cycle, SDLC) yang dilanggar.

Dikutip dari arsip milis BHTV.

About this Archive

This page is an archive of entries from March 2010 listed from newest to oldest.

February 2010 is the previous archive.

April 2010 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261