August 2009 Archives

Pada mulanya, seperti banyak situs Web informasi saat itu, media dalam format daring (online media) menampilkan berita searah. Situs Web berita — yang memang pengembangan dari edisi cetak, kecuali Detik.com — benar-benar memindahkan bentuk di atas kertas ke layar. Pada era perubahan halaman Web menjadi lebih benar secara semantik, perubahan besar yang terjadi adalah perbaikan penggunaan kode HTML mereka. Salah satu pendorongnya adalah ketinggalan telak pada hasil pencarian Google yang lebih awal memberi bobot signifikan pada aspek semantik Web.

Fasilitas komentar pembaca termasuk belakangan dipasangkan di media daring. Barangkali karena di edisi cetak respon dari pembaca sudah diakomodasi di rubrik Surat Pembaca, dengan gaya yang berbeda dibanding komentar di halaman Web. Akhirnya komentar per halaman — untuk berita, rubrik, opini, berita foto — ditambahkan. Seingat saya, Gatra Online yang lebih awal mulai menyediakan tempat komentar per halaman berita.

Comic Agustus 2009: Blog Foto yang Menawan Hati

| 11 Comments | No TrackBacks

Setelah rencana berkali-kali yang gagal dilaksanakan di grup Bandung Photoblogger Flickr, akhirnya pelaku blog-foto di Bandung bertemu di acara Comic untuk bulan Agustus. Acara dilaksanakan kemarin sore di Ruang Sekar, Kantor Telkom Jalan Supratman. Tema yang diangkat untuk acara diskusi santai ini adalah Photoblogging: Jurnal lewat Foto, dibawakan oleh Eric Setiawan dan Budi Sukmana. Budi menyampaikan presentasi pengantar selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya-jawab dan obrolan, termasuk godaan Lomografi oleh Puti Karina Puar.

What Is Photoblog?

Bertambah lengkap dengan kedatangan Dicky Juwono, provokasi untuk menyediakan blog-foto kali ini “menyentuh perasaan.” Hal ini terlihat dari aliran diskusi di Twitter satu jam setelah presentasi yang berisi cetusan keinginan hadirin untuk mulai “menenteng kamera ke mana-mana” — sebuah motivasi khas blog-foto.

Speedy di Bandung (Respon untuk Arie)

| 8 Comments | No TrackBacks

Arie Kusuma Atmaja menanyai saya ihwal Speedy di Bandung. Betul, saya pengguna Speedy sejak periode awal mereka membuka layanan Internet di Bandung. Dimulai dengan keperluan Internet di rumah, setelah itu di kantor. Praktis pada pemakaian pertama tanpa gangguan yang berarti — kecuali sempat tersedak ringan saat Paket Personal dipakai melebihi kuota dan dipaksa pindah ke paket yang lebih tinggi. Berikutnya, pemakaian Speedy di kantor yang sempat melewati liku-liku mencari solusi dengan menerka-nerka.

Saya sempat menuliskan permasalahan Speedy secara sporadis di Plurk, sebagai gumam tukang awas modem di kantor (secara resmi disebut “administrator jaringan lokal”) terutama pada musim hujan lalu. Indikasi paling mencolok saat itu adanya interupsi di modem (semacam kejutan, voltage spike?) setiap kali kilat menyambar jauh di sana.

About this Archive

This page is an archive of entries from August 2009 listed from newest to oldest.

July 2009 is the previous archive.

October 2009 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261