"Widget": Pernak-pernik Lagi!

| 6 Comments | No TrackBacks

Lewat Zoomerang, Technorati menyelenggarakan sigi perihal pemasangan pernik antarmuka (widget) di halaman blog. Tampaknya saya menerima ajakan berpartisipasi lewat email karena terdaftar sebagai pemakai Technorati sebagai penulis blog.

Pernak-pernik lagi! Dalam takaran berlebih, serasa sedang mengunjungi gerai telepon genggam penuh stiker berukuran poster.

Kendati saya belum berencana memakainya — dengan pertimbangan “layar kerja” komputer sayang dipenuhi manik-manik — saya menilai Widgets dari Yahoo! sejauh ini yang terlihat menarik di halaman promosi mereka. Sayang keluarga GNU/Linux belum terdaftar pada sistem operasi yang didukung. Kekhawatiran lainnya: dari pengalaman mengaktifkan Si Penghemat Layar (screensaver) di Ubuntu yang justru menyita beban pemroses hingga kipas angin laptop bekerja, apakah pernik seindah di Yahoo! cukup hemat sumber daya?

Dua pernik di Web yang sudah saya pasang: Flickr Badge untuk menampilkan foto persegi-kecil dari Flickr dan Shared Items dari Google Reader. Keduanya ditulis di atas JavaScript, yang menurut saya hingga hari ini adalah teknik paling mulus untuk menempelkan pernik antarmuka di atas halaman Web. Flickr Badge yang ditulis di atas Macromedia Flash misalnya, masih terlihat “kasar” sebagai tempelan. Alasan ini pula yang membuat saya optimis bahwa jQuery menarik digunakan untuk menyulap halaman Web kita menjadi perpanjangan usia aplikasi server-klien tradisional.

Selain pernik yang dibuat berkedip tidak nyaman direspon mata pengunjung, hal lain yang perlu dipertimbangkan: halaman Web bersifat publik dengan pengunjung pemakai Internet yang beragam. Preferensi pernik antarmuka seseorang tidak selalu cocok dengan banyak orang lain, alih-alih malah mengganggu tujuan membaca isi halaman. Jadi sebaiknya potongan kecil pengalih perhatian tersebut dipasang di halaman Web yang bersifat personal — seperti pendekatan Google dengan Personalized Home.

Atau, di perambah komputer pribadi kita. Saya pasang dua favorit saat ini: ekstensi del.icio.us dan Google Toolbar, keduanya untuk Firefox. Penanda buku (bookmark) untuk Web dengan pendekatan jejaring sosial seperti del.icio.us memiliki manfaat lebih luas dari dugaan saya semula — a.l. saya mudah menyodori teman koleksi tautan untuk tema tertentu.

Ekstensi del.icio.us

Kedua ekstensi di atas secara tidak langsung menggambarkan aktivitas yang sering kita perlukan sebagai penulis blog: mencari dan mengoleksi rujukan.

Untuk publikasi di Web, saya lebih menyukai gagasan seperti CSSReboot yang akan diikuti sejumlah penikmat desain Web standar negeri ini. Selamat berkreasi!

No TrackBacks

TrackBack URL: http://mt4.atijembar.net/mt-tb.cgi/539

6 Comments

untuk ubuntu, mungkin bisa menggunakan screenlets (http://hendrik.kaju.pri.ee/screenlets/). Mungkin tidak (belum?) selengkap yahoo widgets, tapi cukup berguna kok.

Oiya, screenlets dikembangkan menggunakan bahasa python :D

…di Ubuntu yang justru menyita beban pemroses hingga kipas…

lebih tepat “pemproses” karena “p” pada proses diikuti oleh konsonan lain (“r”) sehingga dia tidak melebur dengan awalan pe-.

kekekeke…

Setelah mencoba JQuery beberapa saat, saya kok menjadi ragu-ragu.

Begini, fitur JQuery yang paling diagung-agungkan adalah manipulasi senarai rekaman dengan cara yang mirip layanan akses data di bahasa pemrograman sisi peladen. Misalnya saja JDBC Resultset atau ADO.NET Dataset atau Ruby ActiveRecord model.

Memang fitur ini menggiurkan, tapi dalam jangka panjang akan bikin ruwet juga. Kenapa kita harus memanipulasi data di lapisan presentasi?

Mengikuti kaidah kerangka kerja aplikasi berbasis MVC, manipulasi data hanya boleh terjadi di sisi “model”, bukan di sisi “view”.

Mungkin memang betul kata Proffesor X, Master Yoda, dan Spiderman: In greater good lies greater evil. Kekuatan JQuery ini bisa dengan mudah disalahgunakan membuat aplikasi Web 2.0 yang susah dipelihara.

saya sih vote for prototype saja. Toh, saya tidak butuh yang macam2. koq jad OOT.

Bung Firman, saya sudah periksa di KBBI, di sana ditulis pemroses. Saya berusaha menelusuri proses pembentukan pemroses di Pedoman Umum EYD dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, namun belum ditemukan jawaban yang memuaskan.

Terima kasih.

gimana ya caranya mengaktifkan widget dalam komputer saya?? apa widget itu harus dalam online (tersambung dengan internet0? saya sudah mengcopy widget dari internet banyak sekali, tapi saya tidak tahu cara mengaktifkannya di komputer saya. bisakah anda membalas di e-mail saya??

About this Entry

This page contains a single entry by Ikhlasul Amal published on April 26, 2007 9:15 AM.

Demo Musik lewat Vox was the previous entry in this blog.

Peduli Aturan Main is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261