Tulisan terakhir sebelum saya mengambil “masa cuti” panjang dari blog ini adalah ihwal layanan koneksi Internet menggunakan Telkomsel Flash. Tanpa direncanakan, tulisan pembuka hari ini masih tentang layanan koneksi Internet, yaitu 3.5G Broadband dari IndosatM2 (IM2).
Saya tergoda IM2 secara tidak sengaja saat berjalan-jalan di BEC, Jalan Purnawarman, Bandung, Jawa Barat. Ini risiko jalan-jalan tanpa rencana terkendali: begitu penjaja layanan IM2 menyebut “gratis modem”, saya terpancing untuk melongok. Tentu, naluri saya mengatakan, “mana ada di dunia ini yang gratis begitu saja”, jadi yang perlu dicari segera adalah skema pembayarannya. Benarlah, gratis tersebut eufimisme (atau malah hiperbolis pemasaran?) untuk “pembayaran dicicil.”
Terbaca di brosur mereka: untuk modem USBdiikat kontrak pemakaian 18 bulan dan jenis PCMCIA selama 12 bulan. Selain laptop saya tidak memiliki colokan PCMCIA, jenis USB — seperti namanya — lebih universal, lebih mudah dicolokkan ke komputer desktop misalnya.
Tawaran mereka: Rp 350.000,00/bulan untuk abonemen plus cicilan modem dengan jatah 1,2 GB/bulan (0,2 GB disebut sebagai “bonus”). Pembayaran dilakukan dengan menarik langsung dari kartu kredit.
Ketiga penjaja IM2 yang manis di barisan depan menyebut-nyebut dukungan pengendali modem untuk keluarga Microsoft Windows dan Mac (OS X?) dan langsung mengernyitkan dahi setelah saya tanya: bagaimana dengan Linux, lebih spesifik distro Ubuntu? Sedikit lega: di bagian belakang terdapat seorang staf teknis perempuan yang terlihat lebih geeky dan berani menjamin bahwa piranti modem Huawei E220 tersebut dapat dioperasikan di Linux.
Setelah bertimbang-timbang, 15 menit kemudian saya putuskan menggesek kartu kredit…
Tidak lama setelah proses administrasi, saya sudah menenteng si kotak biru seukuran kemasan kotak DVD berisi modem HSDPA merk Huawei E220 dan sepasang kabel colokan ke USB. Tersedia juga cakram optik instalasi pengendali dan aplikasi untuk Microsoft Windows dan Mac OSX. Untuk instalasi di Microsoft Windows boleh dikata tanpa masalah berarti. Begitu modem dicucukkan, aplikasi Indosat 3.5G langsung diaktifkan.
Di Ubuntu, saya harus mencari tulisan pengalaman orang lain: Dicky Wahyu Purnomo membantu dengan tulisan pengalaman menghubungkan modem Huawei E220 dengan aplikasi populer wvdial. Pada awal pemakaian, saya hanya kebagian koneksi GPRS. Setelah diberi tahu agar memaksa modem ke modus 3G (lewat pilihan 3G only), saya sempat mengalami kesulitan mencari setelan wvdial untuk modus tersebut. Beruntung, Eko Juniarto bersedia mengirimkan salinan berkas wvdial.conf dan saya tinggal menyesuaikan dalam bentuk skrip Bash untuk pilihan GPRS atau 3G.
Boleh diringkas bahwa pemakaian modem Huawei E200 untuk akses layanan 3.5G di Linux bukan menjadi kendala. Walaupun harus diakui: adik saya mengernyitkan dahi melihat saya menjalankan beberapa perintah “aneh-aneh”
Persoalan penting dengan layanan IM2 Indosat justru daerah cakupan dan integrasi dengan jaringan luas mereka. Setidaknya hal tersebut yang saya alami selama mencoba di Surabaya dan Jember bulan Agustus lalu. Akan saya tuliskan di entri berikutnya.
[21 Sep] Tulisan tentang persoalan dengan daerah jangkauan IndosatM2: IndosatM2: Persoalan dengan Area Jangkauan.
ke surabaya? kok gak kontak, om? siapin penghalang di pintu masuk surabaya
tampilan statistik koneksinya gemana om amal..
Kang Amal, saya mau tanya nih :Setelah masa kintraknya habis, modemnya bisa dipakai utk operator lain?Trus, untuk pemakaian i’net rumahan, lebih efisien mana dgn Speedy Personal atawa Speedy Time Based.Thank’s
Tul ya Mas Amal, Ternyata emang ngga ada yg gratis di dunia ini,
trus menurut anda sendiri bagus gak pake im2 ini? soalnya sy tertarik juga…buntut gratisnya yg bikin penasaran sih…hehehe!!! Ok gak dipake buat kemana aja? dibandingin speedy gmn tuh? thx ya
harga modemnya sendiri brapaan ne, saya tidak melihat perincian harganya
M2 yg boom join 75rb jangan di beli,yang ada rugi klo Quota 800MB abis buat koneksi g nyampe 1 menit dah terputus2,blm lagi bayar hrs transfer ke distributor,untuk cek Quota lewat web indosatm2 tdk ada,hrs ke distributornya.